Bangun Demokrasi Substantif, Bawaslu Kota Pasuruan Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dalam Jaringan (Daring), Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting ini diikuti secara aktif oleh 38 peserta yang memiliki latar belakang beragam, mulai dari mahasiswa ekstra kampus, organisasi kepemudaan dan lainnya di Kota Pasuruan.
Kegiatan P2P ini dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Eka Rahmawati. Dalam sambutannya, Eka mengapresiasi keberagaman latar belakang peserta yang hadir. Menurutnya, keterwakilan berbagai elemen masyarakat ini merupakan modal yang sangat membahagiakan untuk menyemai gerakan pengawasan partisipatif yang inklusif.
Eka menegaskan bahwa P2P bukan sekadar program teknis atau pemenuhan kuota sumber daya manusia untuk pengawasan pemilu elektoral semata. Lebih dari itu, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kedaulatan masyarakat.
"Kepentingan untuk mengawal demokrasi itu adalah kepentingan bersama, sesungguhnya porsi terbesar adalah kepentingan masyarakat. Bawaslu, KPU, dan DKPP hanya menjalankan amanat undang-undang sebagai penyelenggara teknis. Namun, Bawaslu Jawa Timur ingin membangun sebuah gerakan yang sifatnya genuine (asli), yang tumbuh dari inisiatif masyarakat untuk mengawal kepentingannya sendiri," tegas Eka Rahmawati.
Dalam kesempatan tersebut, Eka juga membakar semangat para peserta dengan mengingatkan kembali memori kolektif sejarah pergerakan sosial di Kota Pasuruan. Ia menyebut Pasuruan memiliki akar sejarah perlawanan dan intelektualitas yang sangat kuat secara nasional, mulai dari kisah perjuangan kelas Sakera melawan ketimpangan, sejarah Buruh Gula Kedawung, jejak pahlawan Untung Suropati, lahirnya tokoh pergerakan nasional Danudirja Setiabudi (Douwes Dekker), hingga sejarah Syarikat Islam dan basis PBNU.
Oleh karena itu, ia meminta generasi muda Kota Pasuruan tidak abai terhadap corak demokrasi yang menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan. Kebijakan publik yang dirasakan hari ini baik yang pro-rakyat maupun yang dikeluhkan masyarakat merupakan implikasi langsung dari pilihan politik pada pemilu.
"Nalar kritis harus terus dijaga. Sebagai kelas menengah terdidik, alumni P2P diharapkan menjadi amplifier (penguat pesan) layaknya pengeras suara yang menyebarluaskan pengetahuan pemilu ke keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar demi mencerdaskan pemilih," tambahnya.
Menutup arahannya, Eka Rahmawati berpesan agar para kader P2P Kota Pasuruan memegang teguh komitmen moral dan ideologis untuk selalu berpihak kepada kelompok yang lemah, tidak terdengar, dan dirugikan oleh ketidakadilan. Sesuai dengan tagline P2P, yaitu "Berfungsi dan Bergerak", kader yang telah paham tujuan harus berani mengambil inisiatif langkah kecil demi perubahan.
"Jadikan Bawaslu Kota Pasuruan sebagai pusat pergerakan. Diskusilah di sana. Jangan sampai menjadi mantan aktivis, karena aktivis adalah komitmen seumur hidup untuk menjaga agar demokrasi kita betul-betul menjadi ruang dan kendali penuh di tangan rakyat. Dengan mengucap bismillah, mari kita laksanakan kegiatan ini dengan serius dan bertanggung jawab," pungkas Eka sebelum menyerahkan kembali forum kepada moderator.
Kegiatan ini turut dihadiri dan dikawal langsung oleh jajaran pimpinan Bawaslu Kota Pasuruan, di antaranya Vita Suci Rahayu, Akhmad Marta Affandi, dan A. Sofyan Sauri beserta jajaran kesekretariatan.
Humas