Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Pasuruan Gelar Literasi Demokrasi di SMKN 1, Ajak Pelajar Jadi Pengawas Partisifatif yang Kritis

Humas Bawaslu Kota Pasuruan

pasuruankota.bawaslu.go.id - Ada yang berbeda di aula SMKN 1 Kota Pasuruan, Kamis (4/6/2026). Pelajar berkumpul bukan untuk mendengarkan ceramah satu arah yang membosankan, melainkan untuk menantang isi kepala mereka tentang politik. Hari itu, Bawaslu Kota Pasuruan hadir membawa misi penting: menyuntikkan virus "Literasi Demokrasi" ke nadi para pemilih pemula.

Selama 120 menit, suasana ruangan tampak hidup. Para siswa diajak berdiskusi hangat, saling adu argumen, dan bertukar gagasan. Bawaslu ingin mendobrak stigma bahwa anak muda hanyalah objek politik atau sekadar "angka" untuk mendongkrak persentase partisipasi di tempat pemungutan suara (TPS).

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, saat membuka acara menegaskan bahwa masa depan integritas pemilu berada di tangan generasi Z. Menurutnya, pemilih pemula harus naik kelas menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berani bertanggung jawab atas pilihannya.

"Kami tidak ingin kalian menjadi penonton pasif. Generasi muda adalah motor penggerak. Melalui literasi ini, kalian diajak untuk ikut mengawal agar proses demokrasi berjalan jujur, adil, dan bersih," tegas Vita.

Tak sekadar berbagi teori, Bawaslu Kota Pasuruan membawa amunisi digital untuk memikat para pelajar yang memang karib dengan teknologi. Ketua Bawaslu Vita Suci Rahayu, didampingi Anggota Bawaslu, Akhmad Marta Affandi, langsung turun tangan memberikan pelatihan Massive Open Online Course (MOOC) Literasi Demokrasi.

Melalui platform MOOC ini, para siswa SMKN 1 Kota Pasuruan diajarkan cara mengawasi jalannya pemilu lewat ruang digital. Mereka dibekali kemampuan untuk mengenali hoaks politik, memetakan potensi pelanggaran, hingga memahami cara melaporkan kecurangan secara daring.

Dengan modal literasi dan teknologi ini, para pelajar SMKN 1 Kota Pasuruan kini tidak hanya siap menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali, tetapi juga siap berdiri di garda depan sebagai pengawas partisipatif yang berdaya.

Humas