Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Masuk Kampus: Ajak Mahasiswa Unmer Jadi Garda Depan Pengawasan Partisipatif

Humas Bawaslu Kota Pasuruan

pasuruankota.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pasuruan bergerak cepat menjaga api demokrasi meski di luar masa tahapan pemilu. Langkah ini diawali dengan menggelar audiensi bersama jajaran rektorat Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan untuk memperbarui komitmen kerja sama, Selasa (24/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Unmer Pasuruan beserta para Wakil Rektor. Fokus utamanya adalah pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah berakhir, sekaligus merancang program pengawasan partisipatif yang melibatkan civitas akademika.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Vita Suci Rahayu, mengungkapkan bahwa di tengah masa efisiensi anggaran saat ini, dukungan masyarakat terutama mahasiswa menjadi kunci. Menurutnya, demokrasi tidak boleh berhenti hanya saat pemungutan suara selesai.

"Kami ingin mendorong mahasiswa tidak sekadar menjadi pemilih, tapi menjadi pemilih yang reflektif. Dengan keterbatasan SDM kami, peran mahasiswa dalam pengawasan partisipatif sangat krusial," ujar Vita.

Bawaslu juga menawarkan berbagai program edukasi digital, seperti Massive Open Online Course (MOOC) dan materi pengawasan pemilu yang bisa diakses oleh mahasiswa. Selain itu, muncul ide segar untuk meningkatkan reputasi Kota Pasuruan melalui kegiatan kolaboratif berskala besar.

"Harapannya, sinergi ini bisa melahirkan kegiatan bergengsi seperti lomba debat tingkat nasional," tambah Sofyan, salah satu komisioner Bawaslu yang turut hadir.

Pihak Unmer Pasuruan menyambut baik inisiatif ini. Rektor Unmer menyatakan kesiapannya untuk melibatkan produk hukum dan sumber daya manusia di kampus guna mendukung program Bawaslu.

"Kami sangat senang dilibatkan. Mahasiswa memang butuh ruang untuk mempraktikkan ilmu mereka, terutama dalam mengawal demokrasi," ungkap pihak Rektorat.

Sebagai tindak lanjut, Wakil Rektor III Unmer Wiwin Ariesta, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menyusun draf kerja sama yang lebih teknis dengan melibatkan berbagai program studi terkait. Langkah ini diharapkan menjadi babak baru kolaborasi antara dunia pendidikan dan pengawas pemilu demi demokrasi yang lebih sehat di Kota Pasuruan.

Humas