Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pondasi Demokrasi di Masa Non-Tahapan, Bawaslu Kota Pasuruan Temui Wali Kota

Humas Bawaslu Kota Pasuruan

pasuruankota.bawaslu.go.id – Meski Pemilu dan Pemilihan belum terlihat pelaksanaannya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan tidak lantas mengendurkan langkah. Sebagai upaya menjaga stabilitas politik dan memperkokoh pondasi demokrasi, jajaran Bawaslu Kota Pasuruan menggelar audiensi strategis dengan Wali Kota Pasuruan di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (23/2/2026).

Pertemuan yang dikemas dalam tajuk Konsolidasi Demokrasi ini berlangsung dengan suasana hangat dan santai. Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, hadir langsung dengan didampingi dua anggotanya, A. Sofyan Sauri dan Akhmad Marta Affandi.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Bawaslu untuk membangun sinergi kelembagaan antara penyelenggara pengawasan dengan Pemerintah Daerah. Fokus utama adalah memastikan tata kelola pemerintahan tetap selaras dengan prinsip demokrasi yang berintegritas, meski saat ini sedang berada pada masa non-tahapan Pemilu dan Pemilihan.

Dalam kesempatan tersebut, Vita Suci Rahayu menyampaikan bahwa masa non-tahapan merupakan momentum krusial untuk melakukan pemanasan literasi demokrasi. Fokus utamanya adalah merangkul kelompok pemilih pemula yang saat ini mendominasi hingga 90% demografi pemilih di Kota Pasuruan.

"Di masa jeda ini, prioritas kami adalah penguatan literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif. Mengingat besarnya jumlah pemilih pemula, mereka harus dibekali pemahaman pengawasan sejak dini," ujar Vita.

Selain itu, Bawaslu juga mendorong adanya penyesuaian Peraturan Wali Kota (Perwali). Langkah ini dinilai penting sebagai penguatan regulasi demi mengantisipasi gangguan ketertiban sekaligus menyokong kelancaran tugas pengawasan secara berkelanjutan di masa depan.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyambut hangat inisiatif proaktif dari Bawaslu. Pria yang akrab disapa Mas Adi ini memberikan apresiasi atas dedikasi Bawaslu yang tetap aktif bergerak menjaga iklim demokrasi meski di luar masa pemilu.

Menurut Mas Adi, demokrasi adalah sistem yang dinamis dan kualitasnya sangat bergantung pada integritas seluruh elemen, bukan hanya sekadar aturan di atas kertas.

"Kunci dari demokrasi yang sehat bukan hanya terletak pada regulasi yang dinamis, melainkan pada kejujuran penyelenggara dan pemangku kepentingan dalam menjalankan tugas sesuai kewenangannya," tegas Mas Adi.

Melalui pertemuan ini, diharapkan tercipta koordinasi lintas sektor yang lebih solid. Sinergi antara pemerintah daerah dan pengawas pemilu menjadi modal utama dalam mewujudkan iklim politik yang sehat, kondusif, dan partisipatif bagi seluruh warga Kota Pasuruan.

Humas