Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Pasuruan Gelar Jumat Sehati: Refleksi Kemerdekaan dan Tanggung Jawab Muslim dalam Bingkai Persatuan

Humas Bawaslu Kota Pasuruan

pasuruankota.bawaslu.go.id – (Jum’at, 14/8/2026) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan kembali menggelar agenda rutin Jumat Sehati pada pekan kedua. Pada kesempatan kali ini, kegiatan diisi dengan acara tausyiah daring melalui media Zoom Meeting yang diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan dan staf Bawaslu Kota Pasuruan. 

Tausyiah tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS) Bawaslu Kota Pasuruan, A. Sofyan Sauri. Mengangkat tema "Refleksi Kemerdekaan dan Tanggung Jawab Muslim dalam Bingkai Persatuan", Sofyan mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kota Pasuruan untuk memaknai peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan meningkatkan rasa tanggung jawab dan persatuan. 

Dalam pemaparannya, Sofyan menggarisbawahi tiga poin utama mengenai makna kemerdekaan bagi seorang muslim dan penerapannya dalam lingkungan kerja:

Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran Ayat 103 (Wa’tasimu bihablillahi jami’aw wala tafarraqu), Sofyan mengingatkan pentingnya berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai-berai. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat, gagasan, atau pandangan di lingkungan kerja baik antara pimpinan maupun antarstaf adalah hal wajar dan merupakan anugerah yang patut disyukuri. 

"Perbedaan pendapat bukan untuk memecah belah, melainkan keberagaman untuk saling bersatu mewujudkan satu visi dan misi lembaga Bawaslu Kota Pasuruan," tegas Sofyan. 

Mengutip hadis Rasulullah SAW bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, Sofyan mendorong seluruh staf untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Ia mengimbau agar tidak saling menjatuhkan. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas peningkatan (upgrade) kualitas diri dari staf yang mau terus belajar dan berani tampil berkembang dalam menjalankan tugasnya. 

Sofyan menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar kebebasan, melainkan amanah untuk terus memperbaiki diri dan berprestasi. Kemerdekaan melambangkan persatuan, kekuatan, kejujuran, dan kehormatan yang harus ditanamkan dalam hati setiap insan pengawas pemilu. 

Sebagai penutup tausyiah berdurasi sekitar 15 menit tersebut, Sofyan mengajak seluruh peserta untuk merenungkan tiga pertanyaan reflektif:

  • Sudahkah kita menjadi warga negara yang baik?

  • Sudahkah kita menjadi seorang muslim yang baik?

  • Sudahkah kehadiran kita membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja?

Kegiatan Jumat Sehati ini berlangsung dengan khidmat dan hangat, ditutup dengan doa bersama sebelum seluruh jajaran kembali melanjutkan aktivitas pokok kelembagaan.

Humas