Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Pasuruan Gelar Literasi Demokrasi di SLBN 1, Kenalkan Pemilu Sejak Dini dan Sasar Pemilih Pemula

Humas Bawaslu Kota Pasuruan

pasuruankota.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan menggelar kegiatan Literasi Demokrasi di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Kota Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai demokrasi serta mekanisme pemilihan umum (Pemilu) kepada para siswa, khususnya mereka yang akan menjadi pemilih pemula.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu. Dalam penyampaiannya, Vita menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan tim Bawaslu, yakni untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk siswa berkebutuhan khusus, mendapatkan hak edukasi politik yang sama. Di sela-sela sambutan, suasana menjadi interaktif saat Vita mengajak para siswa berdialog langsung untuk memetakan calon pemilih pemula yang sudah menginjak usia 17 tahun.

"Kami hadir di SLBN 1 Kota Pasuruan untuk memberikan pemahaman bahwa demokrasi dan pemilu adalah milik semua warga negara, tanpa terkecuali. Tadi saat berdialog, kami mendapati beberapa siswa ternyata sudah berusia 17 tahun. Ini artinya, mereka sudah memiliki hak pilih dan akan menjadi pemilih pemula yang sah pada pemilu mendatang. Penting bagi mereka untuk tahu bagaimana hak itu digunakan," ujar Vita.

Kehadiran jajaran Bawaslu ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Perwakilan SLBN 1 Kota Pasuruan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif Bawaslu yang mau turun langsung memberikan edukasi kepada para peserta didik. Menurutnya, materi seperti sejarah pemilu, hak dan kewajiban warga negara, hingga mitigasi pelanggaran pemilu sangat dibutuhkan oleh para siswa.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bawaslu Kota Pasuruan atas kepeduliannya memberikan edukasi ini. Kegiatan literasi demokrasi ini sangat penting untuk menambah wawasan anak didik kami. Kami ingin mereka paham bukan hanya soal sejarah pemilu dan haknya sebagai warga negara, tetapi juga bagaimana mereka harus bersikap tegas menolak jika dihadapkan pada praktik politik uang atau bentuk pelanggaran pemilu lainnya di lingkungan mereka," tutur perwakilan SLBN 1 Kota Pasuruan.

Untuk mempermudah penyerapan materi, kegiatan dilanjutkan dengan penayangan video pembelajaran mengenai literasi demokrasi. Video tersebut dikemas secara visual dan edukatif, menampilkan konsep dasar demokrasi serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilu lewat penyampaian yang ringan dan mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Menutup rangkaian acara, seluruh komisioner Bawaslu Kota Pasuruan memperkenalkan diri satu per satu. Mereka menjelaskan tugas, fungsi, serta peran masing-masing divisi di Bawaslu dalam mengawal jalannya pesta demokrasi.

Penyampaian materi dari para komisioner dilakukan dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan interaktif. Pendekatan ini berhasil membuat para siswa SLBN 1 Kota Pasuruan tidak hanya mengenal peran Bawaslu dalam mengawasi pemilu, tetapi juga menggugah kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga integritas, kejujuran, dan keadilan dalam proses demokrasi di Indonesia.

Humas