Gandeng Muslimat NU, Bawaslu Kota Pasuruan Gencarkan Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Selasa (9/5/2026), Bawaslu Kota Pasuruan terus bergerak aktif dalam mengawal jalannya konsolidasi demokrasi di wilayahnya. Langkah konkret ini ditunjukkan oleh Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, yang melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi awal ke kediaman Ketua Muslimat NU Kota Pasuruan, Nyai Hj. Shofiyah Khusairi. Didampingi oleh jajaran staf Bawaslu, kehadiran Vita bukan sekadar sowan biasa, melainkan membawa misi penting terkait program pengawasan partisipatif masyarakat.
Dalam pertemuan hangat tersebut, Vita menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bawaslu RI mengenai pentingnya konsolidasi demokrasi yang masif. Sesuai instruksi pusat, jajaran Bawaslu diwajibkan untuk turun langsung ke masyarakat minimal tiga kali dalam seminggu. Langkah berkala ini dinilai sangat penting untuk menyerap aspirasi warga secara langsung mengenai pelaksanaan pemilu maupun pemilihan yang akan datang.
Di hadapan Nyai Hj. Shofiyah Khusairi, Vita juga meminta izin untuk mengenalkan inovasi terbaru Bawaslu Kota Pasuruan dalam hal pendidikan politik berbasis digital, yaitu MOOC (Massive Open Online Course) Literasi Demokrasi. Pihak Bawaslu sangat berharap program digital ini nantinya bisa disosialisasikan secara merata ke seluruh pimpinan cabang Muslimat NU di wilayah Kota Pasuruan, sehingga pemahaman mengenai pengawasan pemilu dapat tersebar secara adil.
Pemilihan Muslimat NU sebagai mitra strategis ini dilakukan bukan tanpa alasan. Bawaslu menilai kaum ibu merupakan tonggak penting yang memiliki peran sangat krusial dalam struktur sosial. Selain menjadi figur sentral yang mampu meneruskan pendidikan politik yang sehat ke dalam lingkup keluarga masing-masing, perkumpulan Muslimat NU di Kota Pasuruan juga memiliki basis massa dan jaringan yang sangat luas sehingga efektif untuk menyebarkan virus pengawasan partisipatif.
Melalui sinergi dan pengenalan aplikasi MOOC Literasi Demokrasi ini, Bawaslu Kota Pasuruan berkomitmen untuk memberikan edukasi mendalam mengenai beberapa isu krusial. Materi utamanya mencakup gerakan penolakan politik uang (money politics), antisipasi terhadap isu SARA, serta pencegahan penyebaran berita bohong (hoax). Selain itu, kaum ibu juga akan dibekali pemahaman mengenai tata cara pelaporan resmi jika mereka menemukan indikasi pelanggaran selama masa tahapan pemilu berlangsung.
Dengan adanya kerja sama yang kuat antara Bawaslu dan Muslimat NU Kota Pasuruan, diharapkan kesadaran politik masyarakat akan semakin meningkat. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan iklim pemilihan yang bersih, aman, bersih dari kecurangan, serta melahirkan proses demokrasi yang berkualitas di Kota Pasuruan.
Humas