Resmi Dimulai: Bawaslu Jatim Gelar Kick Off Orientasi PPPK 2026, 12 Peserta Asal Kota Pasuruan Siap Perkuat Pengawasan
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur secara resmi menyelenggarakan agenda Kick Off Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2026, Senin (22/06/2026). Pembukaan yang disiarkan langsung secara daring melalui platform Zoom Cloud Meetings ini menandai dimulainya rangkaian pembekalan intensif bagi ratusan aparatur sipil baru di wilayah Jawa Timur. Sebanyak 12 peserta PPPK dari Bawaslu Kota Pasuruan terpantau hadir secara virtual penuh antusiasme, menyatakan kesiapan mutlak untuk menuntaskan seluruh program demi meningkatkan kapasitas dan profesionalisme kelembagaan.
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, A. Warits, yang secara resmi membuka agenda strategis ini, menegaskan bahwa PPPK di lingkungan Bawaslu memiliki karakteristik dan beban moral yang sangat berbeda dibandingkan dengan instansi pemerintahan lainnya. Menurutnya, kompleksitas penyelenggaraan pemilu menuntut ketangguhan watak serta integritas yang tanpa kompromi.
"PPPK Bawaslu seluruhnya berbeda dengan instansi lain. Orientasi ini harus dijadikan pondasi utama bagi kita semua sebagai modal interaktif dalam pelaksanaan tugas di Bawaslu. Setiap aparatur wajib berusaha sebaik mungkin untuk menciptakan profesionalitas tinggi dalam bekerja," tegas Warits dalam pengarahannya.
Ia juga menambahkan pentingnya ketahanan mental karena tantangan ke depan kian kompleks. "Ketika ditempatkan di sub-sub bagian tertentu, selesainya tugas individu bukan berarti kita tidak peduli pada divisi lain. Saling menolong dan bergotong-royong adalah kunci agar tugas pemilu berjalan dengan sukses, diiringi loyalitas yang kokoh terhadap lembaga Bawaslu," imbuhnya.
Dalam laporan teknis yang dipaparkan oleh Kabag Administrasi Bawaslu Jatim, Wesly Simangunsong, dijelaskan secara terperinci mengenai mekanika pelaksanaan orientasi wajib ini. Rangkaian pembekalan dijadwalkan berlangsung cukup panjang, yakni mulai tanggal 6 Juli hingga 28 Agustus 2026. Skema pembelajaran yang diterapkan berbasis campuran (blended learning), yang dibagi ke dalam dua bagian lokus: sebagian dilaksanakan secara terpusat di tingkat Provinsi Jawa Timur (Blendid), dan sebagian lainnya dilaksanakan secara mandiri di Bawaslu Kabupaten/Kota masing-masing.
Dari total data awal sebanyak 305 personel PPPK yang tercatat, terdapat 1 orang pegawai yang telah memasuki masa purna tugas (pensiun), sehingga total peserta aktif yang wajib menuntaskan orientasi ini berjumlah 304 orang. Guna mengoptimalkan penyerapan materi, seluruh peserta dibagi ke dalam 3 gelombang besar, di mana masing-masing gelombang akan dipecah kembali menjadi 2 kelas dinamis. Jajaran tim pengajar pun telah dipersiapkan secara matang, melibatkan 4 orang Pimpinan Bawaslu Jatim, Kepala Sekretariat (Kasek) terpilih dari 5 Kabupaten/Kota, serta jajaran Kepala Subbagian (Kasubbag) dan Pejabat Fungsional (Jabfung) yang kompeten.
Mengingat pentingnya output dari orientasi ini yakni penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) secara benar serta perolehan sertifikasi resmi kelulusan manajemen Bawaslu memberlakukan kriteria penilaian yang ketat. Adapun bobot penilaian terdiri atas komponen Kehadiran (20%), aspek Akademis/Evaluasi melalui Learning Management System (LMS) Post-Test (50%), serta penilaian Sikap dan Perilaku (30%). Program ini wajib diikuti sebanyak 1 kali oleh setiap pegawai selama masa jabatannya.
Sementara itu, Nur Elya Anggraeni Anggota Bawaslu Jatim mengingatkan para peserta mengenai urgensi memahami Surat Keputusan (SK) pengangkatan masing-masing sebagai cerminan tanggung jawab profesi.
"Melalui rangkaian orientasi wajib ini, para pegawai akan dibekali banyak hal mengenai tugas pokok, fungsi, jabatan yang diduduki, serta tanggung jawab besar yang menyertainya. Kehadiran PPPK diharapkan mampu mempercepat optimalisasi penyelesaian tugas-tugas kelembagaan yang baru. Semakin mantap, semakin semangat untuk membangun lembaga," tandas Eli. Hal tersebut diperkuat oleh Dewita Hayusinta Anggota Bawaslu Jatim yang menyerukan agar seluruh peserta membangun komitmen belajar yang konsisten demi peningkatan kemampuan secara berkelanjutan (continuous capability improvement).
Secara garis besar, program orientasi komprehensif ini mengusung misi transformasi aparatur dengan tujuan strategis utama: membentuk personel yang profesional dan berintegritas; mengenalkan visi dan misi Bawaslu; memberikan pemahaman terkait struktur dan masa kerja; memahamkan tugas dan jabatan; membekali kemampuan penyusunan SKP; serta menanamkan jiwa nasionalisme melalui pembekalan Bela Negara.
Dengan pelaksanaan kick off ini, 12 personel PPPK Bawaslu Kota Pasuruan kini resmi memulai langkah awal mereka, bersiap mengonversi ilmu yang didapat menjadi wujud pengabdian nyata demi tegaknya keadilan pemilu di Jawa Timur.
Humas