Bukan Cuma Awasi Pemilu, Bawaslu Kota Pasuruan Kini Bersiap "Kelola Sampah Mandiri" Berguru ke DLHKP
|
pasuruankota.bawaslu.go.id — Masa nontahapan pemilu tak menyurutkan semangat jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan untuk terus bersolek dan memperkuat kelembagaan. Tak hanya memperkuat kapasitas pengawasan, Bawaslu Kota Pasuruan kini juga tancap gas menaruh perhatian serius pada isu kelestarian lingkungan kantor.
Langkah nyata ini ditunjukkan lewat kunjungan audiensi jajaran Bawaslu Kota Pasuruan ke kantor Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan, Rabu (22/7/2026). Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen Bawaslu dalam menindaklanjuti instruksi Bawaslu RI terkait program Jum'at Sehati dan Jumpa Berlian (Jum'at Bersih Lingkungan) yang digelar sejak awal Juli lalu.
Rombongan Bawaslu yang dipimpin langsung oleh sang Ketua, Vita Suci Rahayu, disambut hangat oleh Sekretaris DLHKP Kota Pasuruan, Indah, beserta jajarannya. Dalam suasana diskusi yang cair dan hangat, Vita membeberkan bahwa di luar tahapan pemilu, penguatan kelembagaan di segala lini menjadi fokus utama termasuk dalam hal tata kelola kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja.
"Meskipun kantor yang kami tempati saat ini masih berstatus aset Pemerintah Kabupaten Pasuruan, komitmen kami untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kantor tidak berkurang. Kami ingin terus bergerak bersama dan melayani warga Kota Pasuruan dengan lingkungan kerja yang sehat," ujar Vita saat memperkenalkan jajaran komisioner dan stafnya.
Keinginan Bawaslu untuk tak sekadar "bersih-bersih biasa" dipertegas oleh Anggota Bawaslu Kota Pasuruan, A. Sofyan Sauri. Ia menyampaikan bahwa jajarannya ingin belajar secara mendalam mengenai teknik pemilahan sampah organik dan non-organik dari sumbernya.
"Jujur, masih banyak dari kita masyarakat awam yang belum betul-betul paham cara memilah sampah yang benar. Kami di Bawaslu tidak hanya ingin tahu teorinya, tapi ingin praktik langsung secara serius. Kami butuh wawasan teknis agar ke depan kantor Bawaslu bisa mengolah sampahnya sendiri secara mandiri," tegas Sofyan.
Gayung pun bersambut. Pihak DLHKP Kota Pasuruan menyambut baik dan memberi apresiasi tinggi atas inisiatif segar yang digagas oleh lembaga pengawas pemilu ini. Perwakilan DLHKP, Andik Purwanto, menjelaskan pentingnya pemilahan sampah organik dan non-organik sejak dari meja kerja masing-masing. Menurutnya, jika sampah organik berhasil diolah secara mandiri menjadi kompos, beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Pasuruan akan berkurang secara signifikan.
Meski secara aturan anggaran antar OPD/lembaga tidak memungkinkan bagi DLHKP untuk membagikan sarana-prasarana (seperti tempat sampah fisik) secara langsung, DLHKP menyatakan siap penuh membantu dari sisi edukasi dan pendampingan SDM.
"Kami sangat terbuka dan siap menerjunkan tim ahli pengomposan untuk memberikan pelatihan teknis di Bawaslu. Prinsipnya, kalau ada niat menjaga lingkungan, kami siap mendampingi agar proses pengolahannya berjalan maksimal dan berkelanjutan," jelas pihak DLHKP.
Sebagai tindak lanjut nyata dari audiensi ini, Bawaslu Kota Pasuruan akan segera melayangkan surat resmi permohonan pemateri dan pendampingan teknis pengolahan sampah kepada DLHKP. Langkah kecil Bawaslu ini diharapkan bisa menjadi contoh inspiratif bagi instansi lain di Kota Pasuruan bahwa semangat menjaga lingkungan bisa dimulai dari sudut kantor sendiri.
Humas