Gandeng Media Lokal Kabarpas, Bawaslu Kota Pasuruan Ajak Gen Z Kawal Demokrasi Lewat Tulisan
|
pasuruankota.bawaslu.go.id — Bawaslu Kota Pasuruan terus memutar otak untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif dalam Pemilu. Tak hanya berfokus pada penindakan di lapangan, lembaga pengawas pemilu ini kini mulai membidik generasi muda (Gen Z) dan media lokal untuk terlibat aktif menyuarakan narasi demokrasi lewat karya tulis.
Komitmen ini mengemuka saat jajaran Bawaslu Kota Pasuruan melakukan media visit ke kantor portal berita lokal Kabarpas di Kota Pasuruan, Senin (20/7/2026). Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, didampingi anggota Akhmad Marta Affandi dan A. Sofyan Sauri beserta staf, disambut hangat oleh CEO Kabarpas, Shohibul Hujjah.
Dalam pertemuan santai namun serius tersebut, kedua belah pihak menyoroti pentingnya ruang kreatif bagi anak muda yang mulai langka, khususnya di bidang literasi politik.
Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, mengungkapkan bahwa keterlibatan Gen Z dan media menjadi angin segar bagi upaya pencegahan pelanggaran pemilu. Pihaknya tak ingin edukasi politik hanya berhenti pada sosialisasi formal yang kaku.
"Selain fungsi pencegahan, kami ingin menampung potensi Gen Z. Bersama media, kami ingin menyediakan wadah bagi anak-anak muda yang hobi menulis. Ini bukan sekadar mengejar hadiah, tapi tentang bagaimana karya mereka benar-benar diterbitkan menjadi buku ber-ISBN hingga jurnal ilmiah," ujar Vita.
Vita menambahkan, Bawaslu Kota Pasuruan berencana mengangkat sisi historis dan dinamika politik lokal yang unik. Salah satunya adalah merekam sudut pandang para tokoh agama dalam memandang pemilu di Kota Pasuruan lewat tulisan.
Ia berharap, karya-karya literasi dari Pasuruan ini kelak bisa sampai ke tangan para tokoh berpengaruh di tingkat nasional.
Langkah kolaboratif ini disambut positif oleh CEO Kabarpas, Shohibul Hujjah. Menurutnya, kerja sama antara Bawaslu dan media lokal merupakan bentuk perjuangan nyata dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ia menilai, ide memantik kreativitas Gen Z melalui antologi buku dan lomba karya ilmiah sangat relevan di tengah minimnya wadah menulis saat ini. Shohib menyadari, keterbatasan anggaran kerap menjadi kendala, namun media lokal siap hadir menjadi jembatan dan wadah kreatif tersebut.
Langkah literasi ini juga menjadi jawaban atas keterbatasan personil pengawas di lapangan. Meski sosialisasi bahaya politik uang (money politics) terus digencarkan, praktiknya kerap masih membayang-bayangi. Jumlah SDM Bawaslu yang tidak sebanding dengan jumlah pemilih membuat peran aktif masyarakat dan media menjadi kunci utama.
"Pengawasan pemilu tidak bisa berdiri sendiri. Keterbatasan SDM Bawaslu yang tidak sebanding dengan jumlah warga membuat peran masyarakat dan media sangat vital. Bahkan, informasi awal terkait pelanggaran netralitas ASN kerap kali kami dapatkan pertama kali dari pemberitaan media," pungkas Vita.
Melalui sinergi ini, Bawaslu Kota Pasuruan dan Kabarpas optimistis literasi politik tak hanya menjadi benteng pencegahan kecurangan Pemilu, tetapi juga merawat semangat daya kritis generasi muda Pasuruan.
Humas