Jaga Demokrasi dari Akar Rumput, Bawaslu dan Muslimat NU Kota Pasuruan Tabuh Genderang Perang Melawan Politik Uang
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan bergerak cepat membentengi masyarakat dari ancaman politik transaksional. Berkolaborasi dengan Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pasuruan, Bawaslu menggelar agenda krusial bertajuk "Konsolidasi Demokrasi" di Kantor Muslimat NU setempat, Sabtu (27/6/2026).
Langkah taktis ini diambil guna mendongkrak literasi kepemiluan warga di tengah situasi geopolitik yang kian dinamis dan tidak menentu. Forum strategis ini diikuti oleh seluruh jajaran Pengurus Cabang hingga Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kota Pasuruan.
Ketua PC Muslimat NU Kota Pasuruan, Nyai Hj. Sofiyah Khusairi, dalam pidatonya tidak menampik bahwa kondisi bangsa saat ini sedang menghadapi tantangan yang tidak mudah.
"Realitasnya, hari ini kita sedang tidak berada dalam situasi yang baik-baik saja. Kesadaran politik yang kuat tidak bisa ditawar lagi. Seluruh elemen masyarakat harus saling bahu-membahu menjaga keutuhan bangsa ini," ujar Hj. Sofiyah dengan nada penuh penegasan.
Sebagai pemateri utama, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Vita Suci Rahayu, membakar semangat kader Muslimat NU yang hadir. Ia menyoroti bahwa kaum ibu memiliki kekuatan spiritual dan sosial yang luar biasa untuk menjadi benteng pertahanan pemilu yang bersih.
Dalam forum tersebut, Vita melemparkan dua pesan menohok yang berfokus pada pentingnya membedah rekam jejak calon dan melawan politik modal. Ia mengingatkan agar pemilih tidak terjebak pada popularitas atau figur semata, melainkan harus jeli melihat kebijakan serta rekam jejak nyata sang calon. Selain itu, ia juga menekankan bahwa ketahanan demokrasi saat ini sangat diuji dari keberanian dan nyali masyarakat untuk menolak godaan politik uang (money politics) serta manipulasi pencitraan.
"Muslimat NU itu punya basis massa yang sangat solid hingga ke tingkat grassroot. Itulah mengapa kami menggandeng para ibu di forum ini. Kita ingin memutus rantai politik transaksional yang merusak tatanan bangsa. Jangan mau suara kita dibeli oleh modal dan pencitraan sesaat! Kami mendorong Muslimat NU untuk menjadi pemilih cerdas yang berani membedah rekam jejak calon. Jika garda terdepan keluarga ini sudah melek politik dan tegas menolak money politics, saya yakin pemilu yang bersih dan berintegritas di Kota Pasuruan bukan sekadar impian”, tegas Vita.
Melalui konsolidasi ini, Bawaslu sukses mengonversi kekuatan Muslimat NU menjadi agen pengawas partisipatif. Sinergi ini diharapkan mampu menyebarkan virus kesadaran demokrasi yang sehat, demi mengawal pemilu yang bersih langsung dari dapur keluarga masyarakat Pasuruan.
Humas