Lompat ke isi utama

Berita

Jaga Hangat Semangat Demokrasi di Luar Tahapan, Bawaslu Kota Pasuruan Tuntaskan 74 Kegiatan Konsolidasi

Humas Bawaslu Kota Pasuruan

pasuruankota.bawaslu.go.id — Meski panggung pemilihan belum memasuki tahapan krusial, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan tak lantas mengendurkan langkah. Sepanjang semester pertama tahun 2026 (Januari hingga Juni), Bawaslu Kota Pasuruan tercatat telah menggeber sebanyak 74 kegiatan Konsolidasi Demokrasi di seluruh sudut kota.

Langkah masif ini merupakan bentuk komitmen Bawaslu Kota Pasuruan dalam menjalankan Instruksi Ketua Bawaslu RI Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi untuk Memperkuat Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Luar Tahapan.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, menegaskan pentingnya menjaga kesadaran berdemokrasi agar tidak hanya membara saat jelang pencoblosan saja, melainkan terus hidup dalam keseharian masyarakat.

"Demokrasi itu ibarat tanaman yang harus terus disiram, bukan cuma diingat saat musim panen tiba. Lewat 74 kegiatan konsolidasi sepanjang semester satu ini, Bawaslu Kota Pasuruan ingin memastikan edukasi dan kesadaran pengawasan partisipatif terus berjalan secara berkelanjutan, meski kita sedang berada di luar tahapan Pemilu," ujar Vita Suci Rahayu.

Vita menambahkan bahwa ruang ruang dialog yang dibuka Bawaslu menjadi jembatan penting untuk mendengarkan langsung suara dari bawah sekaligus memperkuat benteng pencegahan terhadap potensi pelanggaran Pemilu di masa depan.

Tak tanggung-tanggung, kerja pengawasan dan dialog interaktif ini menjangkau spectrum publik yang sangat luas. Bawaslu Kota Pasuruan mencatat sedikitnya 18 unsur dan organisasi peserta yang digandeng secara aktif.

Mulai dari civitas akademika, mahasiswa, pelajar SMA/SMK (pemilih pemula), hingga berbagai komunitas, organisasi kepemudaan (OKP), Ormas, Tokoh Agama (Toga), dan Tokoh Masyarakat (Tomas). Tak ketinggalan, Bawaslu juga berdiskusi intensif bersama unsur pemerintahan seperti ASN, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perangkat Desa/Kelurahan, Anggota DPRD, DPD, Partai Politik, Penyelenggara Pemilu, Kader P2P, serta awak media.

Berbagai topik penting dan hangat dikupas tuntas dalam pertemuan-pertemuan tersebut, di antaranya:

  • Integritas & Netralitas: Penegakan etika penyelenggara, kemandirian lembaga, serta netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

  • Demokrasi Digital & Disinformasi: Strategi menangkal berita bohong (hoaks) dan dinamika politik di ruang siber.

  • Inklusivitas Pemilu: Keterlibatan pemilih pemula serta penguatan keterwakilan perempuan dalam sistem pemilu.

  • Pencegahan & Hukum: Upaya pemetaan potensi pelanggaran, penegakan hukum pemilu, hingga penolakan tegas terhadap praktik politik uang (money politics).

  • Dinamika Pemilu: Diskusi mendalam terkait perkembangan sistem pemilu di Indonesia.

Melalui capaian 74 kegiatan ini, Bawaslu Kota Pasuruan berkomitmen untuk terus konsisten hadir di tengah masyarakat. Harapannya, ekosistem demokrasi di Kota Pasuruan semakin matang, sehat, inklusif, dan berintegritas demi menyambut gelaran demokrasi mendatang.

Humas