Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kota Pasuruan dan Unmer Pasuruan Matangkan Implementasi Kerja Sama Kontenporer
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan menggelar pertemuan strategis bersama Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan, Rabu (3/6/2026). Bertempat di kampus Unmer Pasuruan, pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam membahas implementasi nyata serta penguatan kolaborasi pasca-penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antar kedua lembaga.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Vita Suci Rahayu, Anggota Bawaslu A. Sofyan Sauri dan Akhmad Marta Affandi, serta Koordinator Sekretariat Prisma Agustian Prasetya Wisandha beserta jajaran staf.
Rektor Universitas Merdeka Pasuruan menegaskan bahwa kolaborasi dengan Bawaslu harus membuahkan program nyata yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat. Unmer Pasuruan menyatakan kesiapannya untuk mendorong dosen dan mahasiswa terlibat aktif dalam pengawasan kepemiluan.
"Kerja sama yang telah dituangkan dalam MoA tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi harus ditindaklanjuti melalui program-program nyata dan berkelanjutan," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, menyoroti strategisnya peran perguruan tinggi dalam menyokong pengawasan partisipatif, terutama dari kalangan generasi muda (Gen Z). Menurutnya, sebagian besar pengawas ad hoc saat ini didominasi anak muda yang relatif netral dan belum terpengaruh kepentingan politik.
Untuk mewujudkan pemilu yang demokratis dan mengedukasi masyarakat yang belum sepenuhnya paham tugas Bawaslu, kedua lembaga menyepakati beberapa poin penting kolaborasi ke depan, di antaranya:
• Program Magang Mahasiswa: Bawaslu menyatakan pintu terbuka lebar bagi mahasiswa Unmer yang ingin magang secara resmi.
• Literasi & Pendidikan Demokrasi: Melalui kegiatan sharing session (daring/luring) dan pengenalan platform pembelajaran digital Massive Open Online Course (MOOC) milik Bawaslu.
• Karya Ilmiah & Pengabdian: Mengonversi pengabdian masyarakat oleh dosen menjadi riset, publikasi jurnal, rekayasa sosial, hingga keterlibatan dalam debat tahunan.
Dalam sesi diskusi, beberapa dekanat menyampaikan aspirasi serta peluang kerja sama sektoral. Dekan Fakultas Teknologi Informasi sempat mengusulkan kolaborasi pengembangan aplikasi pemantauan siber. Menanggapi hal tersebut, Bawaslu menjelaskan bahwa sistem digital Bawaslu mayoritas bersifat terpusat dari nasional, namun peluang diskusi teknis di tingkat lokal tetap terbuka.
Sementara itu, menanggapi pertanyaan dari Fakultas Hukum mengenai syarat ketat penyelenggara pemilu dan pemantau resmi, Anggota Bawaslu Kota Pasuruan, Akhmad Marta Affandi, memberikan pencerahan regulasi.
"Untuk menjadi pemantau Pemilu resmi, diperlukan organisasi yang memiliki legalitas dan SK dari Kemenkumham, serta mendaftar sesuai tahapan Bawaslu atau KPU. Namun, potensi mahasiswa tetap bisa kita optimalkan lewat program pendidikan politik berkolaborasi dengan Bakesbangpol," jelas Marta.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan bulat bahwa kedua belah pihak akan segera mengkaji secara teknis program mana saja yang siap dieksekusi dalam waktu dekat. Lewat sinergi ini, diharapkan Unmer Pasuruan tidak hanya menghasilkan luaran akademik yang berkualitas, tetapi juga melahirkan generasi muda yang melek demokrasi dan aktif mengawal pemilu yang bersih di Kota Pasuruan.
Penulis : Humas Bawaslu Kota Pasuruan