Tindak Lanjuti MoU, Bawaslu Kota Pasuruan dan BEM Uniwara Perkuat Pengawasan Partisipatif Lewat Sekolah Legislatif
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan menerima kunjungan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara) di Kantor Bawaslu Kota Pasuruan, Kamis (16/7/2026). Pertemuan ini digelar dalam rangka Koordinasi Pengawasan Partisipatif sebagai wujud tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan pendidikan politik, pengawasan partisipatif, serta meningkatkan pemahaman mahasiswa khususnya Generasi Z sebagai kelompok pemilih dominan mengenai kepemiluan dan kelembagaan Bawaslu.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Vita Suci Rahayu, didampingi jajaran staf Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan (SDMO), menyambut baik kehadiran para pengurus BEM Uniwara. Vita menjelaskan bahwa Bawaslu terus beradaptasi dengan efisiensi anggaran, salah satunya melalui pengembangan aplikasi pembelajaran Massive Open Online Course (MOOC) bernama "Bawaslu Membelajarkan".
Aplikasi daring ini berisi materi komprehensif mulai dari sejarah Bawaslu, tugas dan fungsi lembaga, hingga Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Kendati dapat diakses secara daring, Bawaslu menilai kegiatan tatap muka (luring) tetap krusial agar mahasiswa dapat menuntaskan materi dengan maksimal.
"Kami berharap mahasiswa berkenan menindaklanjuti kerja sama yang telah dibangun melalui berbagai kegiatan bersama. Aplikasi pembelajaran ini dikembangkan agar materi mudah diakses, namun kegiatan tatap muka tetap diperlukan karena berdasarkan pengalaman, peserta daring sering kali tidak menuntaskan materi video pembelajaran hingga selesai," ujar Vita.
Menanggapi hal tersebut, Perwakilan BEM Uniwara, Muhammad Qommaruddin, menyampaikan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menawarkan kolaborasi konkret. BEM Uniwara berencana menggelar program "Sekolah Legislatif" pengembangan dari program Sekolah Politik sebelumnya yang fokus pada pembinaan calon legislator muda. BEM Uniwara memohon dukungan Bawaslu untuk hadir menjadi narasumber guna memberikan materi kepemiluan.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran politik mahasiswa, khususnya Generasi Z yang menjadi kelompok pemilih dominan pada pemilu mendatang. Kami berharap Bawaslu dapat menjadi narasumber untuk menyampaikan materi yang berkaitan dengan kepemiluan dan pengawasan partisipatif," kata Muhammad Qommaruddin.
Merespons usulan tersebut, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan menyatakan kesiapannya, namun memberikan catatan strategis terkait durasi waktu. Vita mengusulkan agar alokasi waktu materi yang semula 60 menit ditambah menjadi 90 menit agar penyampaian bisa lebih komprehensif. Selain teori, Bawaslu juga menawarkan simulasi praktis penanganan pelanggaran pemilu.
Kegiatan koordinasi ini ditutup dengan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk terus berjalan beriringan demi meningkatkan kualitas demokrasi dan partisipasi aktif kaum muda di Kota Pasuruan.
Humas