Vita: Mewarisi Semangat Kartini, Bawaslu Kota Pasuruan Perkuat Ekosistem Kerja Anti-Kekerasan Seksual di Era Disrupsi
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Memperingati momentum Hari Kartini dengan langkah nyata, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pasuruan menggelar kegiatan Penguatan SDM Kelompok Kerja (Pokja) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), Rabu (22/4/2026).
Mengusung tema "Literasi Media dan Perlindungan Perempuan: Semangat Kartini di Era Disrupsi", kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menjadi tonggak penting dalam mempertegas komitmen lembaga terhadap pengarusutamaan gender dan inklusivitas.
Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, saat membuka acara menekankan bahwa pembentukan Pokja PPKS bukan sekadar pemenuhan syarat administratif atau formalitas surat keputusan (SK).
"Target kita bukan hanya sekadar SK, tetapi aksi progresif. Bawaslu harus menjadi institusi yang mendukung pengarusutamaan gender, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi menciptakan ruang kerja yang nyaman bagi semua, baik perempuan maupun laki-laki," ujar Vita di hadapan seluruh peserta zoom.
Kegiatan ini sekaligus menjadi tindak lanjut cepat atas terbitnya SK baru dari Bawaslu RI per tanggal 21 April kemarin mengenai kebijakan inklusif. Kebijakan tersebut memperluas cakupan pengarusutamaan gender serta keramahan terhadap penyandang disabilitas di lingkungan penyelenggara pemilu.
Vita menambahkan, latar belakang pimpinan Bawaslu yang banyak lahir dari rahim aktivis perempuan harus menjadi cerminan dalam budaya kerja organisasi. Ia mendorong adanya ruang komunikasi yang aksesibel agar staf yang merasa tidak nyaman atau mengalami kendala di lapangan tidak merasa malu untuk melapor.
"Inklusivitas adalah kunci. Ini bukan hanya soal menonjolkan perempuan, tetapi soal kesetaraan dan integritas. Kita tidak ingin ada praktik diskriminasi atau kekerasan seksual yang mencederai marwah lembaga," tegasnya.
Untuk memperkaya literasi SDM, Bawaslu menghadirkan Fifi Ekawati Rohmah, S.H., S.Pd., Ketua Yayasan Pesantren Srikandi Jombang, sebagai narasumber utama. Sosok yang akrab disapa Mbak Fifi ini dikenal sebagai aktivis yang berpengalaman lebih dari satu dekade dalam pemberdayaan dan advokasi perempuan di tingkat basis.
Kehadiran perspektif dari lintas NGO ini diharapkan mampu membekali jajaran Bawaslu Kota Pasuruan dalam menghadapi dinamika lapangan, terutama menjelang tahapan krusial Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Mengingat jajaran pengawas ad hoc di tingkat TPS mencapai ratusan orang, kesiapan internal dalam mitigasi kekerasan seksual menjadi keniscayaan.
Di akhir diskusi, Vita Suci Rahayu mengingatkan bahwa jajaran Bawaslu memiliki peran strategis sebagai jembatan edukasi bagi masyarakat luas.
"Apa yang kita diskusikan hari ini memberikan titik terang bahwa inklusivitas memiliki manfaat nyata, baik dalam meningkatkan kinerja maupun mendorong penggunaan jabatan secara berintegritas. Peningkatan kompetensi ini harus terimplementasi dalam setiap aspek kerja kita sebagai penyelenggara pemilu," pungkasnya.
Dengan penguatan ini, Bawaslu Kota Pasuruan optimistis mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, aman, dan profesional, sekaligus menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai kesetaraan di Kota Pasuruan.
Humas