Bawaslu Kota Pasuruan Ajak Kader IMP Purworejo Wujudkan Demokrasi Bersih dan Ramah Anak
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan menggelar pembinaan bagi kader Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) Kecamatan Purworejo di Aula Kelurahan Purworejo, Rabu (13/5). Agenda ini bertujuan memperkuat pengawasan partisipatif perempuan dan mencegah eksploitasi anak dalam pusaran politik.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut audiensi Bawaslu dengan Dinas PPPAKB terkait partisipasi perempuan dan perlindungan anak dalam pemilu. Akhmad Marta Affandi Koordiv HPPHM sekaligus narasumber dari Bawaslu Kota Pasuruan, menekankan bahwa peran masyarakat sangat krusial dalam menjaga integritas data pemilih dan kualitas demokrasi.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, terdapat tiga poin utama yang ditekankan untuk memperkuat demokrasi di tingkat lokal. Pertama, kader diajak untuk berperan aktif dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (DPTB) dengan melaporkan warga yang sudah memenuhi syarat (MS), seperti yang baru berusia 17 tahun, maupun yang tidak lagi memenuhi syarat (TMS) karena meninggal dunia atau pindah domisili. Selain itu, peserta diberikan edukasi mengenai bahaya politik uang (money politics) guna membangun kesadaran akan pentingnya memilih pemimpin yang bersih dan bebas korupsi. Terakhir, Bawaslu memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak melibatkan atau membawa anak-anak dalam kegiatan kampanye politik demi menjamin keamanan serta perlindungan hak anak.
"Kader masyarakat sering menjadi sasaran pendekatan peserta pemilu. Sosialisasi ini adalah langkah preventif agar kader memiliki pemahaman kuat dalam menghadapi praktik politik di lapangan," ujar Marta dalam diskusinya.
Melalui pembinaan ini, Bawaslu berharap kader IMP Kecamatan Purworejo mampu menjadi agen pengawas yang mampu menyosialisasikan pentingnya demokrasi yang jujur, adil, dan ramah anak kepada lingkungan sekitar.
Humas