Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Pasuruan "Goes to School": Tanamkan Literasi Demokrasi di SMAN 1 Pasuruan

Humas Bawaslu Kota Pasuruan

pasuruankota.bawaslu.go.id – Menyadari bahwa pemilih pemula adalah kunci masa depan demokrasi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pasuruan resmi melaksanakan program penguatan pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah. Rabu (6/5/2026), jajaran pimpinan Bawaslu Kota Pasuruan hadir langsung menyapa siswa-siswi di SMA Negeri 1 Pasuruan.

Kegiatan yang berlangsung selama 120 menit ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Bawaslu membawa misi besar: mengubah paradigma pelajar dari sekadar "angka" dalam partisipasi pemilu menjadi pengawas demokrasi yang kritis dan berdaya.

Dalam kunjungannya, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Vita Suci Rahayu, bersama Anggota A. Sofyan Sauri dan Akhmad Marta Affandi, memberikan pelatihan MOOC (Massive Open Online Course) Literasi Demokrasi kepada siswa kelas X dan XI.

Para siswa diajak menyelami dunia pengawasan melalui video pembelajaran yang komprehensif, meliputi:

  • Sejarah Pengawasan: Memahami akar pengawasan pemilu di Indonesia.

  • Pencegahan & Penanganan Pelanggaran: Bagaimana mendeteksi dini potensi kecurangan.

  • JDIH & PPID: Mengenal transparansi data dan regulasi hukum melalui platform digital Bawaslu.

Setelah menyimak materi, para siswa langsung diuji kemampuannya melalui soal evaluasi untuk memastikan pemahaman mereka terhadap substansi demokrasi.

Suasana serius berubah menjadi penuh antusias saat sesi interaktif Kuis "Hoax or Fact" dimulai. Di tengah gempuran informasi di media sosial, para siswa dilatih untuk memilah mana informasi yang valid dan mana yang merupakan disinformasi atau hoaks terkait pemilu.

"Anak muda hari ini punya akses informasi yang luar biasa luas. Ini adalah kekuatan, tapi tanpa literasi demokrasi yang kuat, potensi ini bisa jadi bumerang," ujar Vita.

"Kami ingin kalian tidak hanya hadir sebagai pemilih di TPS, tapi juga berani menjadi bagian dari pengawas demokrasi yang menjaga kejujuran proses sejak awal," tegas Vita.

Sesi diskusi berjalan dinamis. Vita Suci Rahayu, A. Sofyan Sauri dan Akhmad Marta Affandi secara bergantian memberikan penjelasan mendalam menjawab rasa penasaran para siswa SMAN 1 Pasuruan.

A. Sofyan Sauri menekankan bahwa demokrasi yang sehat lahir dari warga negara yang peduli. "Jangan apatis terhadap pelanggaran. Keberanian kalian menyampaikan kebenaran adalah modal besar bagi bangsa ini," pesannya.

Senada dengan rekannya, Akhmad Marta Affandi menambahkan bahwa ruang pendidikan adalah titik awal yang krusial untuk membangun karakter pemilih yang bertanggung jawab. "Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik, tapi juga tempat menyemai kesadaran sebagai warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam mengawasi demokrasi."

Kegiatan yang ditutup dengan sesi foto bersama ini meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. Meski materi yang disampaikan berbobot, kemasan acara yang santai dan interaktif membuat literasi demokrasi menjadi hal yang seru untuk dipelajari. Bawaslu Kota Pasuruan berkomitmen untuk terus mendorong pendekatan edukatif serupa ke sekolah-sekolah lain di wilayah Kota Pasuruan demi menciptakan ekosistem pemilu yang bersih, jujur, dan adil.

Humas