Bawaslu Kota Pasuruan Koordinasi Literasi Demokrasi di SMK JAWARA, Siapkan Alternatif Pembelajaran Digital
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan terus berkomitmen memperkuat pemahaman politik bagi pemilih pemula. Sebagai langkah nyata, jajaran Bawaslu Kota Pasuruan melakukan kunjungan koordinasi ke SMK JAWARA Kota Pasuruan, sKamis (30/4/2026) guna membahas rencana pelaksanaan kegiatan Literasi Demokrasi.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Kota Pasuruan, Akhmad Marta Affandi dan A. Sofyan Sauri, didampingi oleh jajaran staf sekretariat. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya antara Bawaslu Kota Pasuruan dengan Cabang Dinas Pendidikan, yang kemudian diperkuat dengan penerbitan nota dinas kepada sekolah-sekolah di wilayah Kota Pasuruan.
Anggota Bawaslu Kota Pasuruan, Akhmad Marta Affandi, menjelaskan bahwa program literasi demokrasi ini direncanakan menyasar siswa kelas 2 (XI) sebagai calon pemilih pemula pada kontestasi politik mendatang.
"Kami ingin memastikan para siswa memiliki bekal yang cukup mengenai nilai-nilai demokrasi dan pengawasan partisipatif. Surat resmi terkait permohonan kegiatan pun telah kami sampaikan kepada pihak sekolah agar program ini dapat terintegrasi dengan baik," ujar Marta di sela-sela pertemuan.
Pihak SMK JAWARA yang diwakili oleh bagian Humas menyambut baik inisiatif ini. Mereka mengakui bahwa kegiatan serupa pernah sukses dilaksanakan saat masa Pemilihan Wali Kota sebelumnya. Namun, pihak sekolah memberikan catatan bahwa jadwal pelaksanaan saat ini perlu disesuaikan kembali.
"Pihak sekolah mengusulkan penjadwalan ulang karena dalam waktu dekat SMK JAWARA akan menghadapi proses akreditasi. Kami sangat memahami kondisi tersebut. Fokus sekolah pada akreditasi tentu menjadi prioritas, sehingga koordinasi lanjutan akan terus kami lakukan melalui narahubung yang telah disepakati," tambah Marta.
Sebagai solusi atas kendala waktu tatap muka, Bawaslu Kota Pasuruan juga menawarkan inovasi pembelajaran melalui platform digital. Anggota Bawaslu Kota Pasuruan, A. Sofyan Sauri, menekankan bahwa edukasi demokrasi tidak boleh terhenti meski terkendala jadwal fisik.
"Jika pertemuan tatap muka belum memungkinkan dalam waktu dekat, kami menyediakan alternatif melalui MOOC (Massive Open Online Courses). Ini adalah platform pembelajaran mandiri yang dapat dimanfaatkan oleh para siswa SMK JAWARA untuk belajar mengenai pengawasan pemilu kapan saja dan di mana saja secara fleksibel," jelas Sofyan Sauri.
Dengan adanya koordinasi ini, Bawaslu Kota Pasuruan berharap sinergi dengan lembaga pendidikan dapat terus berjalan harmonis demi melahirkan generasi muda yang melek politik dan peduli terhadap kualitas demokrasi di Kota Pasuruan.
Humas