Lompat ke isi utama

Berita

GENCAR EDUKASI LEWAT APLIKASI MOOC, BAWASLU KOTA PASURUAN SUKSES JARING 337 PESERTA LITERASI DEMOKRASI INKLUSIF

Kota Pasuruan, Juli 2026 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan secara resmi merilis laporan capaian pelaksanaan Program Literasi Demokrasi untuk Semester I (Januari s.d. Juni) tahun 2026. Inisiatif strategis ini dirancang sebagai pusat edukasi lembaga guna menanamkan pemahaman mendalam mengenai kepemiluan, meningkatkan daya kritis, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat khususnya bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan pengawasan partisipatif.

Gerakan literasi demokrasi diposisikan sebagai pilar penting untuk memperluas wawasan, kepedulian, dan narasi warga terhadap Pemilu, politik, dan tata kelola pemerintahan. Bawaslu meyakini bahwa rendahnya semangat literasi di masyarakat berpotensi melemahkan partisipasi dan kontrol sosial terhadap kekuasaan. Akibatnya, pemilihan yang demokratis, jujur, dan adil sesuai dengan asas penegakan hukum kepemiluan akan sulit diwujudkan. Oleh sebab itu, edukasi politik berkelanjutan merupakan prasyarat mutlak demi berjalannya demokrasi yang efektif sebagai saluran pembangunan nasional.

Sebagai langkah nyata mewujudkan visi Bawaslu sebagai pusat pendidikan kepemiluan di Indonesia, Bawaslu Kota Pasuruan gencar melaksanakan program Bawaslu Goes to School dan Goes to Campus. Selama periode enam bulan pertama di tahun 2026, tim Bawaslu telah mengunjungi 8 (delapan) institusi pendidikan tingkat menengah atas dan tinggi serta organisasi kemahasiswaan di wilayah Kota Pasuruan, meliputi:

  1. SMA Negeri 1 Pasuruan

  2. SMA Negeri 2 Pasuruan

  3. SMA Negeri 3 Pasuruan

  4. SMK Negeri 1 Pasuruan

  5. SMK Negeri 2 Pasuruan

  6. SLB Negeri 1 Pasuruan

  7. Universitas Yudharta Pasuruan

  8. Organisasi Kemahasiswaan se Kota Pasuruan

Dalam setiap kunjungannya, Bawaslu mengusung program unggulan berbasis digital interaktif bernama MOOC (Massive Open Online Course) Literasi Demokrasi. Aplikasi pembelajaran digital ini menyajikan materi-materi kepemiluan esensial yang dikemas secara komprehensif, mulai dari Sejarah Pengawasan, Pencegahan dan Pengawasan Pemilu, Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Transparansi Pelanggaran dan Inovasi Kelembagaan, hingga sosialisasi terkait PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Bawaslu Kota Pasuruan.

Materi dalam MOOC ini diproduksi dan disampaikan langsung secara interaktif oleh jajaran pimpinan Bawaslu Kota Pasuruan, yaitu Vita Suci Rahayu (Ketua), bersama Anggota Bawaslu, Akhmad Marta Affandi dan A. Sofyan Sauri.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, menegaskan pentingnya kolaborasi teknologi dan inklusivitas dalam menjaga marwah demokrasi:

Demokrasi mengharuskan adanya pemilu, dan pemilu yang berkualitas mengharuskan adanya pendidikan politik yang matang di tingkat akar rumput. Melalui aplikasi MOOC Literasi Demokrasi ini, kami berkomitmen meruntuhkan sekat-sekat geografis dan sosial agar edukasi kepemiluan dapat diakses dengan mudah, terstruktur, dan transparan dari mana saja.

Tujuan akhir kami jelas: memastikan keterlibatan masyarakat secara maksimal dan berkualitas, dari proses melahirkan pemimpin di semua tingkatan hingga mengawal roda pemerintahan agar benar-benar berjalan berdasarkan kedaulatan rakyat. Inilah esensi sejati dari demokrasi yang berazas dari, oleh, dan untuk rakyat.

Sepanjang Semester 1 tahun 2026, program MOOC Literasi Demokrasi berhasil menjaring antusiasme yang luar biasa dengan total 337 peserta terdaftar. Jumlah tersebut terdiri atas 299 peserta umum berbasis formulir digital serta 38 peserta dari kelompok rentan.

Berikut adalah diagram infografis rincian profil demografi para peserta yang berhasil dihimpun:

  1. Komposisi Peserta Berdasarkan Jenis Kelamin

    gender

    Berdasarkan pendekatan klasifikasi data, mayoritas peserta didominasi oleh kelompok laki-laki sebanyak 188 peserta (55.8%), disusul kelompok perempuan sebanyak 149 peserta (44.2%).

    2. Distribusi Kelompok Usia Peserta

    usia

    Data sebaran usia menegaskan dominasi kuat dari segmen pemilih pemula dan remaja, dengan rincian:

  • ≤ 16 Tahun (Remaja): 35 Peserta

  • 17 - 19 Tahun (Pemilih Pemula): 231 Peserta (Kelompok Terbesar)

  • 20 - 24 Tahun (Pemuda): 39 Peserta

  • ≥ 25 Tahun (Dewasa): 4 Peserta

  • Tidak Mengisi / Data Tidak Valid: 28 Peserta

Wujud Nyata Komitmen Partisipasi Inklusif

peserta

Salah satu pencapaian paling membanggakan dalam program periode ini adalah implementasi prinsip pengawasan yang ramah dan inklusif. Bawaslu Kota Pasuruan berhasil merangkul serta memfasilitasi 38 siswa-siswi penyandang disabilitas dari SLB Negeri 1 Pasuruan hingga berhasil menyelesaikan program edukasi digital ini dan menerima sertifikasi resmi.

Langkah konkret ini menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan merupakan penghalang untuk memperoleh hak atas informasi politik. Bawaslu berkomitmen menjamin kesetaraan hak edukasi demokrasi bagi seluruh lapisan masyarakat guna mendorong mereka menjadi bagian dari ekosistem pengawasan partisipatif dalam mengawal pemilu yang berintegritas tinggi.

 

📌 Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Bawaslu Kota Pasuruan

Jl. Untung Suropati No.23 Kota Pasuruan

Telp/WA: (0343) 4742943/ 0822 2911 1648

Email: set.pasuruankota@bawaslu.go.id

Layanan Informasi: Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Bawaslu Kota Pasuruan