Komitmen Transparansi Informasi, Bawaslu Kota Pasuruan Ikuti Pelatihan Pengelolaan Website
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Bawaslu Kota Pasuruan mengikuti pelatihan pengelolaan website utama Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur pasca unifikasi yang diselenggarakan secara daring, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola informasi publik berbasis digital di lingkungan Bawaslu.
Pelatihan tersebut diikuti oleh Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Data Informasi (SDMO dan Datin) Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, bersama staf yang membidangi data informasi dan pengelolaan website. Kehadiran tim ini mencerminkan komitmen Bawaslu Kota Pasuruan dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan website sebagai sarana utama pelayanan informasi kepada publik.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Dwi Endah Prasetyowati. Dalam sambutannya, Endah menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut kebijakan Bawaslu RI terkait unifikasi website utama bagi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
“Unifikasi website bertujuan untuk menyelaraskan sistem pengelolaan website agar sesuai dengan kebutuhan kelembagaan, mudah diakses oleh publik, serta mampu menyajikan informasi kepemiluan dan pemilihan secara transparan dan akuntabel,” ujar Endah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pasca unifikasi, pengelolaan website utama berada di bawah tanggung jawab Divisi Data dan Informasi (Datin), dengan bahan konten yang bersumber dari tim kehumasan. Proses pengunggahan informasi dapat dilakukan oleh Datin maupun Humas, sesuai pembagian tugas dan koordinasi internal di masing-masing satuan kerja.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Bawaslu RI, yakni M. Agus Saifudin, Pusdatin Bawaslu RI. Agus memaparkan materi teknis dan strategis terkait pengelolaan website pasca unifikasi, mulai dari standar konten, manajemen data dan informasi, keamanan sistem, hingga optimalisasi website sebagai media layanan informasi pengawasan pemilu dan pemilihan.
Dalam pemaparannya, Agus juga menekankan pentingnya penguatan aspek keamanan website. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya ditemukan sedikitnya 500 tautan judi online yang menyusupi website Bawaslu Kabupaten/Kota, sehingga berdampak pada seluruh aplikasi Bawaslu RI yang sempat terkena suspend oleh Komdigi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama dilakukannya unifikasi template website, agar sistem keamanan dan pengelolaan website Bawaslu Kabupaten/Kota diseragamkan dengan standar Bawaslu RI.
Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, Bawaslu Kota Pasuruan berharap dapat mengimplementasikan pengelolaan website yang lebih tertata, aman, dan informatif, sekaligus mendukung keterbukaan informasi publik serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pengawasan pemilu dan pemilihan.
Humas