Pastikan Akurasi Data Pemilih, Bawaslu Kota Pasuruan Lakukan Uji Petik di Kelurahan Tapaan
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan terus berkomitmen mengawal hak pilih warga dengan melakukan pengawasan melekat terhadap pemutakhiran data pemilih. Pada Selasa (5/5/2026), Bawaslu Kota Pasuruan melaksanakan kegiatan uji petik atau "uji saring" data pemilih di wilayah Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPHM) Bawaslu Kota Pasuruan Akhmad Marta Affandi didampingi oleh staf teknis. Kehadiran tim Bawaslu disambut langsung oleh Lurah Tapaan, Riela, di kantor kelurahan setempat.
Akhmad Marta Affandi menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyinkronkan data pemilih di lapangan guna memastikan data yang ada dalam Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) benar-benar akurat dan mutakhir.
"Kami melakukan koordinasi intensif dengan pihak kelurahan untuk memastikan tidak ada lagi warga yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili namun masih tercatat sebagai pemilih. Pengawasan ini akan kami kawal secara langsung hingga ke tingkat RT/RW demi validitas data yang maksimal," ujar Marta Affandi dalam keterangannya.
Dalam pertemuan tersebut, Lurah Tapaan, Riela, mengungkapkan adanya kendala administratif terkait pelaporan kematian warga. Menurutnya, masih banyak kejadian kematian yang tidak dilaporkan secara resmi oleh ahli waris ke kelurahan, sehingga data administrasi kependudukan seringkali hanya bersandar pada catatan mudin kematian.
“Kendala di lapangan adalah catatan dari mudin terkadang hanya mencantumkan nama tanpa disertai Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hal ini menyulitkan proses verifikasi formal,” ungkap Riela.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak Kelurahan Tapaan melalui staf data menyerahkan rekapitulasi data pemilih meninggal dunia per Januari 2026. Dari hasil pencocokan sementara, ditemukan 3 orang warga berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena meninggal dunia.
Rinciannya, dua orang atas nama Satumi dan M. Asir ditemukan masih terdaftar dalam DPB, sementara satu orang lainnya atas nama Toha Ansori dipastikan telah dihapus dari daftar.
Bawaslu Kota Pasuruan menegaskan akan terus memantau pergerakan data kependudukan, termasuk data pindah masuk dan pindah pilih. Sebagai langkah mitigasi ke depan, Bawaslu dan pihak Kelurahan Tapaan sepakat untuk melakukan pertukaran kontak koordinasi guna mempercepat arus informasi terkait perubahan data warga.
"Sinergi antara Bawaslu, aparat kelurahan, hingga perangkat mudin sangat krusial. Kami ingin memastikan setiap elemen data pemilih dapat dipertanggungjawabkan sebelum memasuki tahapan pemilu selanjutnya," tutup Marta.
Humas