Lompat ke isi utama

Berita

Pastikan Kinerja "Gas Pol", Bawaslu Jatim Sambangi Kantor Bawaslu Kota Pasuruan

Humas Bawaslu Kota Pasuruan

pasuruankota.bawaslu.go.id – Suasana kantor Bawaslu Kota Pasuruan pada Selasa (14/4/2026) tampak sedikit berbeda. Bukan karena adanya sengketa panas, melainkan hadirnya tim "tamu istimewa" dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur dalam rangka supervisi dan monitoring rutin.

Rombongan dari Surabaya ini dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Jatim, Indra Purnomo Kusuma Hasyim. Kehadiran mereka bertujuan untuk memelototi sejauh mana capaian program dan tata kelola yang telah dijalankan oleh jajaran Bawaslu Kota Pasuruan.

Kedatangan tim tersebut disambut hangat oleh Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, yang didampingi oleh dua anggotanya, Akhmad Marta Affandi dan A. Sofyan Sauri, serta Koordinator Sekretariat Prisma Agustian Prasetya Wisandha.

Dalam kegiatan ini, jajaran sekretariat Bawaslu Kota Pasuruan diuji melalui 10 instrumen alat kerja pengawasan. Instrumen-instrumen ini mencakup seluruh lini "dapur" organisasi, mulai dari urusan kelembagaan, SDMO, pengelolaan barang milik negara (PKBMN), hingga data dan informasi.

Tak hanya itu, aspek teknis seperti penanganan pelanggaran, penyelesaian sengketa, hingga isu sensitif seperti kelompok kerja (Pokja) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) juga tak luput dari evaluasi.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, menegaskan bahwa monitoring ini merupakan vitamin bagi organisasi agar tetap bekerja secara profesional dan akuntabel.

"Kami sangat menyambut baik kehadiran tim dari Bawaslu Jatim. Bagi kami, supervisi ini bukan sekadar pemeriksaan administratif, melainkan ruang diskusi untuk membedah tantangan di lapangan. Dengan 10 instrumen pengawasan yang diisi, kami bisa melihat kembali mana yang sudah mantap dan mana yang butuh akselerasi agar pelayanan kami kepada masyarakat tetap optimal," ujar Vita Suci Rahayu.

Di sisi lain, Indra Purnomo Kusuma Hasyim menjelaskan bahwa pihak provinsi perlu turun langsung ke daerah untuk memastikan seluruh program kerja di tingkat kabupaten/kota tidak sekadar berjalan di atas kertas.

"Supervisi ini penting dilaksanakan karena Jatim perlu mengetahui seberapa jauh program di kabupaten atau kota berjalan, termasuk apa saja kendala yang dihadapi di lapangan," ungkap Indra di sela-sela kegiatannya.

Kegiatan yang berlangsung dinamis ini diakhiri dengan evaluasi bersama sebagai komitmen Bawaslu untuk terus menjaga integritas dan kualitas demokrasi di Kota Pasuruan.

Humas