Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kota Pasuruan Teken MoA dan PKS dengan Universitas Yudharta
|
pasuruankota.bawaslu.go.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan secara resmi memperkuat sinergi strategis dengan sektor akademis melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Universitas Yudharta, Senin (13/4/2026). Langkah ini merupakan implementasi nyata atas MoU yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua belah pihak pada 8 April lalu.
Penandatanganan yang berlangsung di lingkungan kampus Universitas Yudharta ini menjadi tonggak penting bagi Bawaslu Kota Pasuruan dalam mengintegrasikan nilai-nilai pengawasan pemilu ke dalam kurikulum perguruan tinggi. Delegasi Bawaslu disambut langsung oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Dekan FISIP Dr. Any Urwatul Wusko, Wakil Rektor IV Dr. Ahmad Ma’ruf, serta jajaran Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi dan Administrasi Publik.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Kota Pasuruan mendorong pemanfaatan program Massive Open Online Course (MOOC) sebagai media pembelajaran digital bagi mahasiswa. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan pemahaman mendalam mengenai mekanisme kepemiluan dan strategi pengawasan partisipatif.
Menanggapi hal tersebut, Dekan FISIP Universitas Yudharta, Dr. Any Urwatul Wusko, menegaskan dukungannya. Pihak fakultas bahkan tengah melakukan penjajakan agar program MOOC Bawaslu dapat dikonversikan setara dengan 3 SKS (±135 jam pembelajaran). Hal ini dinilai relevan dengan mata kuliah Sistem Politik, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi aplikatif yang diakui secara akademik melalui sertifikasi resmi.
Tak berhenti pada pembelajaran digital, kerja sama ini juga mencakup rencana pengiriman mahasiswa magang ke kantor Bawaslu Kota Pasuruan yang dijadwalkan pada Agustus hingga September mendatang. Selain itu, kedua lembaga sepakat untuk berkolaborasi dalam bidang publikasi ilmiah serta pengembangan "Pojok Statistik" sebagai pusat data dan informasi yang akurat bagi masyarakat.
Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu menegaskan bahwa kolaborasi dengan Universitas Yudharta bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya serius dalam membangun benteng demokrasi melalui jalur pendidikan.
"Bawaslu Kota Pasuruan berkomitmen memastikan bahwa mahasiswa bukan sekadar menjadi penonton dalam kontestasi politik, melainkan menjadi aktor pengawas yang cerdas dan kritis. Melalui MoA dan PKS ini, kami membuka pintu seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mendalami pengawasan pemilu, baik melalui platform MOOC maupun praktik magang langsung di lapangan," tegasnya.
Ia menambahkan, "Sinergi ini adalah langkah progresif untuk menciptakan ekosistem demokrasi yang sehat. Kami ingin pemikiran kritis dari akademisi dan semangat muda mahasiswa menyatu dengan kerja-kerja pengawasan Bawaslu. Dengan validasi akademik seperti konversi SKS, kami yakin keterlibatan mahasiswa akan lebih terukur, profesional, dan berdampak nyata bagi integritas Pemilu di Kota Pasuruan."
Humas